Sigajang Laleng Lipa: Budaya Saling Tikam di Dalam Sarung untuk Selesaikan Masalah

Ritual ini biasanya digelar sebagai langkah menyelesaikan masalah antara dua orang yang bertikai. Entah apa sebab pertikaiannya. Bisa soal bagi hasil, permasalahan keluarga, hingga perkara perkawinan. Ritual saling tikam dengan badik --senjata khas masyarakat bugis-- itu dilakukan di dalam sebuah sarung sebagai batas arena pertarungan.

“Kau sengaja menjebak tubuh mereka di tubuh saya yang berongga. Semuanya di luar akal. Kau tega menyuruh mereka saling tikam. Kau malas mencari cara yang lebih beradab dan seperti menganggap ini jalan terakhir menyelesaikan persoalan,” tulis Alfian.

Karenanya, tradisi yang disebut Sigajang Laleng Lipa ini jadi sangat menarik. Mereka yang memilki kesempatan menyaksikan, tentu akan mendapat pengalaman yang takkan didapat di tempat-tempat lain di pelosok Bumi Nusantara. Sigajang Laleng Lipa sendiri memiliki arti mendalam bagi masyarakat Bugis. Ia adalah opsi terakhir mempertahankan harga diri (siri’) karena masalah yang sudah dimusyawarahkan mengalami jalan buntu.

Posting Komentar

0 Komentar